Kutipan dari Rm. B. Pereira

Ikon menghadirkan Kristus lewat gambar. Sebagaimana seorang
pewarta lewat kesaksiannya (1Yoh 1:1-4), demikian seorang
pelukis (ikonografer) melakukannya dengan ikonnya. Mereka
mewartakan apa yang mereka lihat, dengar, dan raba dalam iman
lewat gambar dan ikonnya. Ikon adalah suatu pewartaan iman
lewat lukisan. Ikon adalah suatu teologi dengan gambar. Dia
mengungkapkan iman Gereja, bukan iman dari pelukisnya. Dari
sebab itu, ikon-ikon selalu menggunakan model tradisional. Mereka
harus bekerja dengan rasa hormat kepada Allah. Sentuhan dan
tafsiran pribadinya adalah suatu ketaatan kepada Roh Kudus yang
bersemayam dalam hati manusia. Makin dalam pengalaman imannya
dan hubungannya dengan Kristus, makin besar pula ikonnya dapat
menggerakkan dan memberi inspirasi. Menjadi seorang ikonografer
itu tidaklah mudah. Kristus harus menjadi makin besar, dia harus
makin menjadi kecil.
—Rm. Berthold Anton Pareira, O.Carm. “Menggambarkan Iman
Lewat Ikon”

Komentar