Langkah-Langkah Membuat Ikon Kudus Gereja






Pertama, Tentukan Gambar Anda. Ada banyak sekali jenis dan ragam ikon dalam Gereja Semesta. Anda bisa melihatnya disini dan disini.

Kemudian, buatlah sketsa diatas kertas kemudian mentransfernya dengan kertas karbon keatas media.

Setelah menyalin sketsa, kita membuat pewarnaan pertama, yakni Pewarnaan Dasar.
1.

Pewarnaan dasar yakni mewarnai bagian gambar dengan 1 warna dasar. Warna yang dipilih adalah warna yang tergelap diantara lapisan. Ini nantinya akan jadi bayangan objek.

Setelahnya, Ikon dilapisi dengan warna yang lebih terang. Lapisan 1 dan 2. Ini membuat Objek Ikon menjadi lebih hidup atau lebih muncul.
2.
                     

Setelahnya, kita membuat bagian bagian yang lebih detil. Misalnya,
Bintang Maria,
Bintang Maria memiliki 3 kali Bintang 8 sudut yang terdapat diatas kepala, bahu kiri dan kanan Maria membentuk simbol segitiga yang merujuk pada Tritunggal Mahakudus. 3 Bintang merupakan simbol bahwa Maria tetap Perawan sebelum, saat dan sesudah melahirkan Yesus berdasarkan Dogma dan Tradisi kuno Gereja.
Kemudian, Mata. Iris Mata selalu terlihat penuh dan Tegas. Pupil terletak dibagian tengah Iris. Sclera biasanya hanya terlihat sebagian meskipun mata menatap Lurus kedepan.
Kemudian, Bibir. Bibir atas digariskan dengan warna merah tua. Sementara bibir bawah biasanya dilukiskan selayaknya warna kulit.

Warna warna lapisan di kulit dan Jubah sering dilukis dengan 3kali lapisan, merujuk pada Tritunggal Mahakudus.
Warna setiap bagian dalam Ikon mempunyai makna. Baju pertama berwarna Merah darah menandakan itu Martir. Sementar Kulit Merah melambangkan kebijaksanaan.

Kemudian selanjutnya dilakukan pewarnaan latar belakang. Latar belakang Emas menandakan kemuliaan surgawi, latar belakang Gelap disertai Bintang menunjukan suasana surgawi. Bila memilih warna itu sulit, seperti dijelaskan dalam peraturan, angkatlah tangan terentang kepada Tuhan memohon petunjuk dan keputusanNya.

3.
Sampai saat ini Ikon kita sudah setengah Jadi.
Selanjutnya adalah penerapan Daun Emas. Yang diaplikasikan, secara tradisional adalah daun emas berbentuk kotak yang ditempelkan keatas Ikon. Namun dikarenakan langkanya penjualan Daun Emas di Daerah kita, kita harus mengimpornya dari luar. Pilihan pengganti ialah kertas metalik Emas. Meskipun bukan cara tradisional namun dengan alasan yang jelas, Material tidaklah menghalangi atau membuat Ikon menjadi suci, karena Ikon, suci karena Alam.
4.  













Media sekitar kepala secara tradisional diberi tanah liat merah. Namun dalam hal ini, kertas metalik yang digunakan, cukup diberi lem kayu saja. Kemudian tempel secara merata.
Selain area kepala daun emas, juga diaplikasikan disekitar objek sebagai prasasti nama sang Objek. Nama Objek yang dituliskan adalah Singkatannya mis, Yesus Kristus ; Ic Xc, atau IHC XHC

Pinggiran Halo diberikan tepian merah tua sebagai efek pengganti dari tanah liat merah.

Pada objek Halo Kristus, secara tradisional, diberi tiga bagian berbentuk Salib dengan Huruf Omicron, Omega, dan Nu besar, sebagai singkatan dari Pernyataan ketuhanan yaitu:"Aku adalah Aku" atau dalam Bahasa Inggris bisa diganti dengan :"I A M"

Kemudian diberi Tepian Garis sebagai Bingkai. Tepian bisa dari pewarnaan ataupun Pita. Namun sebaiknya dilukis karena Bingkai bisa diberi beberapa kaligrafi atau hiasan tepi. Pemula sebaiknya menghindari bagian ini karena bila tanpa ada kesabaran hiasan tepi hanya menjadi sebuah objek asing yang sembrono.

Silahkan menikmati Ikon dan ini merupakan bagian bagian untuk mengoreksi ikon dan waktu menambahkan bagian yang kurang lengkap.




Komentar